Senin, 13 Mei 2013

PERAN PENDIDIKAN NILAI MENGHADAPI ERA GLOBALISASI

oleh : Muhamad Maftukh

Awal abad ke-21 ditandai dengan berbagai perubahan mencengangkan. Kenyataan tersebut telah menghadapkan masalah pendidikan kepada suatu kesadarn kolektif. Sebagai agen perubahan social pendidikan nilai yang berada dalam atmosfir modernisasi dan globalisasi dewasa ini dituntut untuk mampu memainkan peranannya secara dinamis dan pro-aktif. Kehadirannya diharapkan mampu membawa perubahan dan kontribusi baru yang berarti bagi..
perbaikan moral manusia, baik pada tataran intelektual teoritis maupun praktis.

Secara substansial, pendidikan nilai berorientasi pada pentingnya siswa memiliki sikap dan perilaku positif terhadap diri sendiri dan orang lain. Terkait dengan itu maka guru perlu mengenal berbagai pendekatan nilai, di antaranya: pendekatan penanaman nilai, pendekatan perkembangan kognitif, pendekatan analisis nilai, pendekatan klarifikasi nilai, dan pendekatan pembelajaran berbuat. Kelima pendekatan tersebut dapat diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi siswa sehingga dimungkinkan guru dapat menerapkan pendekatan secara kolaboratif. Penerapan pendidikan nilai perlu dilakukan secara holistic dan didesain dalam proses pembelajaran yang menyenangkan.
Pendidikan nilai bukan sekedar proses penanaman nilai moral untuk membentengi diri dari akses negative globalisasi. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana nilai moral yang telah ditanamkan pendidikan nilai mampu berperan sebagai pembebas dari himpitan kebodohan dan keterbelakangan.

Globalisasi berpandangan bahwa dunia didominasi oleh perekonomian dan munculnya hegemoni pasar dunia kapitalis dan ideology neoliberal yang menopangnya. Untuk mengimbangi derasnya arus dan tantangan globalisasi, perlu dikembangkan dan ditanamkan karakteristik pendidikan nilai yang mampu berperan dan menjawab tantangan tersebut.
Menurut bahasa, global ialah seluruhnya, menyeluruh. Sedangkan globalisasi ialah pengglobalan secara keseluruhan aspek kehidupan, perwujudan (peningkatan / perubahan) secara menyeluruh disegala aspek kehidupan. Kemudian membaca pengertian secara luas globalisasi adalah proses pertumbuhan begara-begara maju (Amerika, Eropa dan Jepang) melakukan ekspansi besar-besaran. Kemudian berusaha mendominasi dunia dengan kekuatan teknologi, ilmu pengetahuan, politik, budaya, militer dan ekonomi.

Bila dielajari lebih jauh, globalisasi membawa pengaruh terhadap Negara-negara berkembang yang baru terlepas dari belenggu penjajahan, baik positif maupun negative. Pengaruh positif dari globalisasi yaitu membantu / mendorong negara-negara baru berkembang untuk maju secara teknis, serta menjadi lebih sejahtera secara material. Sedangkan pengaruh negatifnya adalah munculnya teknokrasi dan tirani yang sangat berkuasa, didukung oleh alat-alat teknik modern dan persenjataan yang canggih. Mengapa alat-alat dan teknik yang modern serta persenjataan menjadi pengaruh negative ? Karena seringkali bagi Negara yang berkuasa, mereka menyalahgunakan teknologi tersebut, seperti halnya ilmu pengetahuan, mesin-mesin, pesawat hyper modern yang digunakan / dijadikan mekanisme operasionalistik yang menghancurkan.

Dapat kita pahami bahwasanya maksud dari pendidikan nilai di era globalisasi ialah bagaimana pendidikan nilai itu mampu menghadapi perubahan-perubahan di segala aspek kehidupan yang penuh dengan tantangan yang harus dihadapi dengan pendidikan yang lebih baik lagi.

Sebagaimana fenomena yang kita saksikan dan kita rasakan saat sekarang ini, teknologi moren telah memungkinkan terciptanya komunikasi bebas lintas benua, lintas Negara, menerobos berbagai pelosok perkampungan dipedesaan dan menyelusup di gang-gang sempit diperkotaan, melalui audio (radio) dan melalui visual (televise, internet dll). Fenomena modern yang terjadi diawal millennium ketiga ini popular dengan sebutan globalisasi.
Sebagai akibatnya, media ini, khususnya televise dapat dijadikan alat sangat ampuh ditangan sekelompok orang-orang atau golongan untuk menanamkan atau sebaliknya merusak nilai-nilai moral, untuk mempengaruhi atau mengontrol pola piker seseorang oleh mereka yang mempnyai kekuasaan terhadap media tersebut. Persoalan yang sebenarnya terletak pada mereka yang menguasai komunikasi global tersebut yang memiliki perbedaan perspektif yang kestrim dengan Islam dalam memberikan krteria nilai-nilai moral. Antara nilai baik dan buruk, antara kebenaran sejati dengan yang artificial. Disisi lain, era kontemporer identik dengan era sains dan teknologi. Dengan semangat yang tak pernah padam, para saintis telah memberikan kontribusi yang besar kepada kesejahteraan umat manusia. Akan tetapi, sekali lagi dengan perbedaan perspektif terhadap nilai-nilai etika moralitas agama. Jargon saintis sebagai pencari kebenaran tampaknya perlu dipertanyakan. sebagaimana data berikut
Perlu kita catat sejak munculnya televise dibarengi dengan timbulnya berpuluh-puluh channel dengan menawarkan beragam acara yang menarik,kita hanya berperan sebagai konsumen. Orang Baratlah yang pada hakikatnya memegang kendali semua teknologi modern. Dari sini terdapat beberapa permasalahan yang harus dihadapi oleh pendidikan nilai

Dengan demikian melihat dari fenomena yang terjadi di Era Globalisasi yang menimbulkan banyaknya permasalahan karena adanya perbedaan perspektif ekstrim dalam hal moral, maka dituntut bagaimana peranan pendidikan nilai untuk mengatasi gejala-gejala permasalahan tersebut.

Pendidikan nilai adalah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk manusia seutuhnya, mengembangkan seluruh potensi manusai baik yang berbentuk jasmani maupun rohani. Menumbuh suburkan hubungan harmonis setiap pribadi dengan Allah, manusia dan alam semesta. Pendidikan nilai sebagai suatu media atau wahana untuk menanamkan nilai moral dan ajaran keagamaan, (terlepas itu agama apapun). Pendidikan nilai bertujuan untuk membentuk pribadi manusia sepenuhnya, yang mengembangkan seluruh potensi manusia baik jasmaniah, rohaniah, dan menumbuhsuburkan hubungan setiap pribadi dengan Allah, manusia dan alam dengan acara mengembangkan aspek structural, cultural dan beruapya meningkatkan sumber daya manusia guna mencapai taraf hidup yang layak.

Era globalisasi memunculkan era kompetisi yang berbicara keunggulan, hanya manusia unggul yang akan survive dalam kehidupan yang penuh persaingan. Karena itu salah satu persoalan yang muncul bagaimana upaya meningkatkan kualitas manusia melalui pendidikan nilai.

Gambaran solusi pendidikan nilai mengahadapi tantangan globalisasi merupakan desain besar. Namun bukan berarti hanya romantisme, dan harus diwujudkan dalam rangka menciptakan manusia modern yang mampu menjawab tantangan era globalisasi dengan berlandaskan pendidikan yang berkepribadian. Think globally act locally.

1 komentar:

Terima Kasih telah mengunjungi website kami...
Semoga bermanfaat.
Sukses buat anda...

Rahasia Jitu Melejitkan TOEFL tembus 600

KUNCI-KUNCI DALAM TEST TOEFL Kunci Untuk Listening Comprehension Kunci umum 1. Pahami bentuk-bnetuk perintah (direction) pada masin...